Header Ads

Setiap Tahun Jadi Keluhan, Masalah Parkir Unpas Lengkong Tak Kunjung Tuntas

Sumber Gambar: Fahmi Nur Mahmud (Parkiran tengah Unpas Lengkong)


BPPMpasoendan- Masalah keterbatasan lahan parkir di Kampus I Unpas Lengkong terus menjadi persoalan yang berulang setiap tahun. Pada Jum'at, 2 Oktober 2026.   Lonjakan jumlah kendaraan mahasiswa yang tidak seimbang dengan kapasitas area parkir membuat kendaraan sering meluber hingga ke badan jalan raya, memicu kemacetan, serta memotong waktu efektif belajar akibat lamanya mencari ruang parkir. Sayangnya, hingga kini belum ada langkah konkret atau solusi jangka panjang yang ditindak dari pihak kampus untuk mengurai persoalan tahunan ini.


Persoalan ini diakui oleh pihak fakultas yang menyatakan bahwa rencana perluasan lahan parkir sebenarnya masih terus bergulir. "Garis besarnya kami sedang memikirkan bagaimana membuat dan mengelola ini semua. Bukan hanya untuk mahasiswa saja, dosen juga harus diatur," ujar Wakil Dekan II FISIP Unpas, Dr. Mira Rosana, M.Pd. Ia juga menambahkan bahwa wacana perluasan area parkir sudah dibahas sejak tahun lalu, meski hingga kini kepastiannya masih bergantung pada keputusan tingkat Universitas dan yayasan.


Keterbatasan lahan parkir juga dinilai menyulitkan bagi mahasiswa, terutama ketika area parkir yang tersedia tak mampu menampung kendaraan. "Harus ada solusi terkait parkir karena menjadi salah satu kesulitan ketika parkir. Kalau di pinggir jalan itu mengganggu kendaraan lain," ujar Zaki Muharam Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis 24.


Menanggapi keluhan mahasiswa mengenai lamanya eksekusi kebijakan, Wadek II menegaskan bahwa pengelolaan fasilitas berskala besar memerlukan koordinasi melalui tingkatan organisasi yang ada di lingkungan Unpas. "Tolong dipahami juga ya, bahwa fakultas ini ada di bawah universitas, universitas di bawahnya yayasan perguruan tinggi, yayasan perguruan tinggi ada di bawah Paguyuban Pasundan. Jadi harus dipahami dulu leveling-leveling organisasi itu seperti apa," tegas Wadek II.


Penulis:  Nibras Firdaus

Penyunting: Fahmi Nur Mahmud

Tidak ada komentar