Di Antara Puing dan Ajal
Sumber gambar : Liputan 6 (Foto AP/Firdia Lisnawati)
Tuhan
apakah Kau di sana?
tak mengapa
jika puing rumahku akhirnya memilih tubuhku
sebagai tempat terakhir untuk beristirahat.
tak mengapa
jika dinding yang dahulu kami bangun dengan tabungan, keringat, dan doa, kini berbalik menjatuhkan dirinya ke atas kepala kami
hantam aku, Tuhan
barangkali hari ini adalah hari terakhirku,
jadikan aku tanah yang paling dahulu menerima luka
berikan aku rasa sakit paling sakit dari segala sakit
asal jangan Kau taruh satu serpihpun rasa sakit itu di dada anak-anakku
asal istriku dapat kembali pulang ke rumah yang entah akan dibangun di mana
pada akhirnya
kami hanyalah sebuah angka yang dihitung setelah bencana
Penulis : Muhammad Nibras Firdaus
Beri Komentar