Sesak 1.200 Maba di Bikasoga: PKKMB FISIP Unpas Dikeluhkan, Panitia Buka Suara
sumber gambar: naufal ihsan al yasfa
BPPM PASOENDAN- Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan (Unpas) di Balai Sartika Bikasoga, Kamis 17, September 2026, diwarnai keluhan peserta. Penumpukan lebih dari 1.200 mahasiswa baru, kondisi ruangan yang panas, hingga alur jadwal yang dinilai kurang efektif menjadi sorotan utama dalam kegiatan tersebut.
Salah satu mahasiswa baru Ilmu Komunikasi FISIP Unpas, Ardelia Clarisa (Cisa), mengungkapkan bahwa kondisi venue terasa sangat panas dan pengap akibat jumlah peserta yang membludak. Hal ini diperparah dengan alur mobilisasi yang cukup menguras energi.
"Jujur panas banget, gerah. Mungkin karena tadi chaos dan overload pas waktu ISOMA, karena pesertanya di FISIP sendiri sudah lebih dari 1.200 orang. Untuk waktunya juga kami sedikit capek, karena jarak-jaraknya enggak ada yang dekat," ujar Cisa saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Hal senada disampaikan oleh Ihsan Abdul Syukur, mahasiswa baru Ilmu Komunikasi lainnya. Ihsan menyoroti ritme acara yang berubah-ubah sehingga menguras energi emosional peserta, durasi tampil organisasi yang tidak merata, serta alur ISOMA yang memicu penumpukan antrean. Menurutnya, alur sholat berjamaah sebenarnya bisa menampung 5 hingga 8 kelompok sekaligus, tidak hanya 2 kelompok.
Selain masalah di lapangan, Ihsan juga mengeluhkan penugasan dari panitia yang dinilai mendadak dan memicu tekanan psikologis bagi peserta.
"Jujur bikin kita jadi pressure. Kita H- beberapa hari dikasih tahu info bikin video, nametag, dan papan, padahal harus mengenal satu kelompok yang isinya 43 orang. Kayanya nah saran dari aku, mungkin persiapan nya lebih di matangkan lagi dari sebelum-sebelum hari h. Karna panitia juga sudah tau rasanya jadi maba, jadi mungkin bisa lebih di improve lagi gitu." tutur Ihsan.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Pelaksana PKKMB FISIP Unpas 2026, Hasfi Rahman, menegaskan bahwa pihak panitia telah berupaya merespons kendala fasilitas di venue secara cepat. Panitia telah berkoordinasi dengan bagian sarana dan prasarana untuk menambah unit pendingin udara.
"Venue awalnya menyediakan 8 AC blower. Kami bilang ke Pak Rasman kalau AC kurang, lalu ditambah lagi 4 AC dan 4 blower. Jadi total AC ada 8 dan total blower ada 12," jelas Hasfi.
Terkait dengan kesehatan mahasiswa baru yang kelelahan, Hasfi memastikan bahwa panitia menerapkan kebijakan fleksibel. Maba yang kondisi fisiknya menurun dianjurkan untuk langsung pulang tanpa perlu mengkhawatirkan kelulusan PKKMB.
"Dari fakultas sendiri, kalau ada yang sakit diharapkan langsung pulang saja. Meski ada maba yang menolak pulang karena takut, sertifikat dan NPM mereka tetap dicatat. Cuma memang ada yang bertahan di lokasi karena harus menunggu jemputan terlebih dahulu," pungkasnya.
Melalui dinamika pelaksanaan PKKMB FISIP Unpas 2026 ini, mahasiswa baru berharap panitia penyelenggara dapat mengulas kembali efisiensi alur rundown, perimbangan durasi kegiatan, serta pola komunikasi penugasan agar pelaksanaan kegiatan di masa mendatang berjalan lebih teratur dan kondusif.
Penulis: Muhammad Alif Maftuh
Penyunting: Fahmi Nur Mahmud

Beri Komentar